News
Home » Berita » Darurat Media Wahabi, LTN NU Jatim Desak Pemerintah Selektif
Untitled-2
Darurat Media Wahabi, LTN NU Jatim Desak Pemerintah Selektif

Darurat Media Wahabi, LTN NU Jatim Desak Pemerintah Selektif

Darurat Media Wahabi, LTN NU Jatim Desak Pemerintah Selektif | Surabaya, aswajanucenterjatim.com – Era keterbukaan yang dinikmati bangsa ini ternyata menyisakan sejumlah permasalahan. Derasnya informasi yang diterima masyarakat dengan sangat mudah ini juga mengancam kebangsaan kita.

Masyarakat saat ini disuguhkan dengan tayangan televisi berbasis satelit serta relay radio Salafi Wahabi yang muatannya cukup memprihatinkan dan mengancam keutuhan NKRI.

“Ini fakta tak terbantahkan bila program religi stasiun televisi nasional sudah dikuasai oleh paham yang jauh dari paham masyarakat kita, yang toleran dan damai,” kata Ahmad Najib AR. Pernyataan Ketua Pimpinan Wilayah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTN NU) Jawa Timur ini disampaikan usai penutupan rapat pleno, Ahad (12/3).

Menurut Gus Najib, sapaan akrabnya, masyarakat saat ini tengah dihadapkan pada suasana yang serba dilematis. “Dengan alasan demokrasi, maka masyarakat bisa mengakses sejumlah informasi secara terbuka, termasuk keberadaan radio dan televisi satelit,” ungkapnya.

“Akan tetapi, tidak sedikit acara yang disiarkan ternyata justru mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI”, imbuhnya

Dalam lima tahun terakhir, gerakan anti-Wahabi muncul di beberapa daerah seiring dengan menguatnya gerakan anti-toleran, radikalisme dan ujaran kebencian.

“Saat ini NKRI berada dalam suasana battle atau pertempuran. Jelas-jelas kalangan Wahabi akan mendirikan negara Islam, dan mereka melakukannya secara terang-terangan,” ungkap Hakim Jayli.

Ajaran wahabi, menurut aktivis dan pemilik TV9 tersebut memang telah menjadi virus perpecahan di tengah umat di Indonesia. “Mereka suka membidahkan, mesyirikkan dan mengafirkan yang tak segaris dengannya,” jelas Hakim. Bahkan menurut pria asal Pasuruan ini tidak sedikit di antara umat Islam yang telah menjadi korban.

Dihadapkan dengan situasi seperti ini, Hakim menyebut kehadiran media-media inklusif, moderat dan wasatiyah menjadi penting untuk ‘menyelamatkan’ wajah Islam Indonesia yang dikenal santun dan menyejukkan.

Desak Pemerintah Lebih Selektif

Gus Najib juga mendesak agar pemerintah melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap media Wahabi tersebut. “Kalau kepada media yang memiliki ijin siar resmi, pemerintah demikian selektif dan ketat, hal serupa juga harus diberikan kepada media seperti televisi maupun radio beraliran Wahabi yang kebanyakan tanpa idzin tersebut,” harapnya.

Karena kalau hal ini tidak dilakukan, bukan tidak mungkin integrasi bangsa akan terancam. “Pertaruhannya terlalu mahal, yakni eksistensi NKRI,” pungkasnya. @saif_msd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net โ€ข Free Website Templates - Downlaod Full Themes