News
Home » Berita » Memahami Gus Dur Tergantung Imannya
Memahami Gus Dur Tergantung Imannya
KH Bukhori Masruri ketika memberikan taushiyah pada peringatan Haul Ke-27 al-Magfurllah KH Ali Maksum

Memahami Gus Dur Tergantung Imannya

Yogyakarta, NU Online
Memahami Gus Dur Tergantung Imannya – KH Bukhori Masruri, salah satu santri mantan Rais ‘Aam PBNU Almarhum KH Ali Maksum, memiliki kesan tersendiri tentang gurunya ini. Ia menilai Kiai Ali termasuk sosok yang terbuka dan berpandangan luas.

Ia bercerita, suatu ketika KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berdakwah di depan para pendeta Kristen. Peristiwa tersebut menghebohkan masyarakat. Kiai Bukhori langsung menanyakan kepada Kiai Ali tentang peristiwa itu.

“Kiai Ali malah menjawab, ‘Kalau nggak Dur Rahman (Gus Dur) yang berdakwah di sana, lalu kapan para pendeta mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an?’” paparnya yang sontak disambut tawa hadirin.

Kiai Bukhori Masruri menyampaikan hal itu ketika memberikan taushiyah pada peringatan Haul Ke-27 al-Magfurllah KH Ali Maksum, di Krapyak, Yogyakarta, Rabu malam (17/2). Ia juga mengatakan bahwa saking luasnya wawasan, Kiai Ali tidak hanya mengajarkan kitab-kitab salaf kepada para santrinya.

“Kitab-kitab umum seperti kitab karya Hasan al-Banna yang bagi kalangan pesantren kurang familiar, diajarkan juga. Beliau juga hafal macam-macam kitab di luar kepala sampai dikatakan sebagai ‘Munjid’ (kamus) berjalan,” ujarnya Kiai Bukhori.

Kiai yang kini berdomisili di Semarang tersebut juga bercerita bahwa pada suatu ketika dirinya dan satu temannya diminta Kiai Ali untuk mencari status hukum alkohol, bukan miras, dari kitab yang berbeda. Setelah seharian mencari, akhirnya mereka menemukan juga. Menghadaplah kepada Kiai Ali Maksum.

“Teman saya menemukan bahwa hukum alkohol itu haram. Lha, saya malah menemukan hukumnya tidak haram. Tahu hasilnya seperti itu, Kiai Ali malah tertawa,” kata Kiai Bukhori yang disambut gelak tawa para jamaah yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Bukhori juga mengungkapkan kalau Kiai Ali itu sangat dekat dengan para santri-santrinya.

“Kiai Ali itu sangat akrab sekali dengan santri-santrinya dan hafal nama semua santri. Saking dekatnya, para santri kalau memanggil kiai Ali itu bapak. Tidak ada kiai yang seperti itu, selain Kiai Ali,” tandasnya.

Hadir dalam acara haul tersebut KH Maimoen Zubair, Habib Husein Assegaf, KH Malik Madani, KH Idris, Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Arab Saudi H Agus Maftuh Abegebriel, Dubes LBBP RI untuk Republik Demokratik Aljazair Hj Safira Machrusah, dan beberapa tokoh-tokoh lainnya. (Nur Rokhim/Mahbib)

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/65871/komentar-kiai-ali-maksum-saat-gus-dur-dakwahi-pendeta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes