News
Home » Berita » Puluhan warga Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo menutup kompleks Masjid Hibaturrahman atau Islamic Center
Untitled-2
Puluhan warga Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo menutup kompleks Masjid Hibaturrahman atau Islamic Center

Puluhan warga Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo menutup kompleks Masjid Hibaturrahman atau Islamic Center

Isis fighters parade through RaqqaPuluhan warga Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dibantu Satuan Polisi Pamong Praja Balongbendo menutup kompleks Masjid Hibaturrahman atau Islamic Center. Beberapa papan seng dipaku ke batang bambu menutup pagar dan pintu menuju masjid.

Masjid ini diduga menjadi pusat aktivitas jaringan kelompok pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Sidoarjo. Sejak beberapa hari yang lalu masjid itu disegel oleh warga dan pada hari ini ditutup resmi olek petugas kepolisian dengan police line.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Balongbendo M.S. Arifin menjadi koordinator penutupan itu. Menurutnya, kompleks Islamic Center itu ditutup karena ada kabar akan ada perebutan kembali kompleks masjid itu oleh kelompok Jaringan Anshorut Tauhid pada hari Jumat, 15 Agustus 2014. “Kabarnya akan direbut kembali, jadi untuk mengantisipasi itu kami tutup lebih dulu,” kata Arifin kepada sejumlah wartawan di sela-sela penutupan masjid, Kamis, 14 Agustus 2014.

Penutupan itu, kata dia, berdasarkan kesepakatan hasil rapat PCNU bersama Camat Balongbendo, Kepala Kepolisian Sektor, Komando Rayon Militer, Satpol PP, Banser, dan GP Ansor serta pengurus Muhammadiyah setempat. “Karena semua elemen di Balongbendo sepakat ditutup, maka kami tutup semua akses jalan masuk ke kompleks tersebut,” kata dia.

Takmir Masjid Hibaturrahman, Achwan Jemain, meninggalkan kompleks masjid sejak semalam. Sementara istrinya yang turut tinggal di dalam kompleks tersebut pindah ke rumah orang tuanya di desa yang sama, Suwaluh, Balongbendo. “Semua isi rumahnya atau peralatan rumah tangga milik Achwan Jemain kami bantu angkut ke rumah mertuanya,” kata Arifin.

Karena semua penghuni sudah keluar dari kompleks tersebut, maka kompleks tersebut akan dipagari seng dan police line. Tidak boleh ada satu orang pun yang bisa melintas keluar masuk ke dalam kompleks Islamic Center.

Kepala Kepolisian Sektor Balongbendo Komisaris Slamet Sugiarto mengatakan petugas kepolisian hanya membantu mengamankan proses penutupan. “Kami turunkan 25 personil dari polsek dan 10 personil dari Raimas,” kata dia. (Tem/S@if)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes