News
Home » Artikel (page 2)

Artikel

Mahallul-Qiyam (Berdiri Ketika Membaca Shalawat)

Berdiri untuk menghormati sesuatu sebetulnya sudah menjadi tradisi kita. Bahkan tidak jarang, orang berdiri untuk menghormati benda mati. Misalnya, setiap kali upacara bendera dilaksanakan pada hari Senin, setiap tanggal 17 Agustus, maupun pada waktu yang lain, ketika bendera merah putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, maka seluruh peserta upacara diharuskan berdiri. Tujuannya tidak lain hanya untuk menghormat bendera merah ... Read More »

Menyentuh Imam Oleh Orang yang Ingin Bermakmum

Hukumnya orang menyentuh imam ialah boleh (mubah), akan tetapi apabila mendatangkan keterkejutan imam yang sangat maka hukumnya haram. Ketika  imam terkejut sedikit atau menjadikan sangkaan orang bahwa menyentuh imam itu sunah atau wajib, maka hukumnya itu makruh. Apabila yakin atas ketidakterkjutan imam, bahkan dia menyangka dapat mengingatkan imam supaya niat menjadi imam, maka hukumnya baik (mustahab). (ويحرم) على كلّ احد ... Read More »

Menanam Ari-Ari Bayi

Di antara tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat sehubungan dengan kelahiran seorang anak adalah menanam ari-ari (masyimah) bayi di depan atau di dalam rumah. Penanaman ini dilakukan dengan berbagai cara. Diantara cara yang masyhur adalah menanam dan sekaligus memberikan penerangan. Bahkan di daerah tertentu penanaman ari-ari ini disertai pula dengan menaburkan bunga di atasnya. Atau malahan dengan menyertakan berbagai makanan atau ... Read More »

Subtansi Haul Ulama

Peran para ulama sebagai panutan dan contoh bagi seluruh jamaahnya. Kita lihat sekarang nilai semakain krisis akan keteladan setelah wafatnya tokoh ulama tersebut. Dengan demikian tujuan ‘mengenang’ kembali seorang ulama dalam biografi ataupun tradisi yang sering dilakukan oleh warga Nahdliyin dalam mengadakan haul ulama dengan menyebutkan kisahnya selama hidupnya adalah untuk ‘meneladani keshalehannya’. Hal ini sudah dilakukan sejak zaman sahabat: ... Read More »

Wali dan Karamah

Kata Wali memiliki 2 makna. Pertama, orang yang urusannya ditangani dan dijaga oleh Alah SWT.  Kedua, orang yang ibadah dan ketaataannya pada Allah SWT tiada henti.[1] Allah SWT berfirman: أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ -الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ [2] “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) ... Read More »

Dalam Berdakwah Jangan Mudah Mengafirkan

Surabaya — Sejarah telah mencatat, ratusan bahkan jutaan masyarakat yang awalnya beragama Hindu dan Budha tertarik menjadi muslim. Hal tersebut terjadi lantaran para ulama mendakwahkan agama di Tanah Air secara santun. Bahkan tradisi yang ada diisi dengan nuansa islami. Penjelasan ini disampaikan Ustadz Ma’ruf Khozin ketika menjadi pemateri pada Kajian Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah atau Kiswah. Kegiatan ini diselenggarakan ... Read More »

AGAR SELAMAT DARI PENYAKIT STROKE

Dalam sebuah hadis: من اقتراب الساعة اذا كثر الفالج وموت الفجأة “Diantara tanda dekatnya kiamat adalah apabila banyak penyakit stroke dan mati mendadak” (HR Ibnu Abd Razzaq) Apa terjemahan Falij ini? Beberapa syarah hadis menyebutkan: اﺳﺘﺮﺧﺎء ﻷﺣﺪ ﺷﻘﻲ اﻟﺒﺪﻥ ﻻﻧﺼﺒﺎﺏ ﺧﻠﻂ ﺑﻠﻐﻤﻲ ﺗﻨﺴﺪ ﻣﻨﻪ ﻣﺴﺎﻟﻚ اﻟﺮﻭﺡ “Yaitu kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh karena mengalirnya campuran lemak yang dapat menutup ... Read More »

Tuntunan Melaksanakan Haul Menurut KH MA Sahal Mahfudh

Masih ada sebagian kecil masyarakat yang belum meyakini bolehnya melaksanakan peringatan tahunan (haul) bagi orang yang sudah wafat. KH MA Sahal Mahfudh yang sudah wafat 1.000 hari yang lalu telah memberikan uraian mengenai tata cara dan hukum melaksanakan haul. Mbah Sahal menjawab pertanyaan Lutfi Wonosobo dalam bukunya “Dialog Problematika Umat” yang bertanya soal bagaimana hukumnya memperingati meningggalnya seseorang atau haul. ... Read More »

BERKAH MEMBERI KEGEMBIRAAN DI HARI ASYURA

Umat Islam dianjurkan untuk berbagi kebahagiaan pada hari Asyura atau 10 Muharram. Kisah yang termaktub dalam kitab an-Nawadir karya Ahmad Syihabudin bin Salamah Al-Qalyubiy ini mungkin dapat menjadi salah satu acuan mengapa pula banyak diadakan kegiatan penyantunan kepada fakir miskin dan anak yatim di hari Asyura. Suatu hari, bertepatan dengan Asyura ada seorang fakir yang memiliki tanggungan anak pergi ke ... Read More »

Momentum Hijrah di Tahun Baru Hijriyah

Momentum Hijrah di Tahun Baru Hijriyah – “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; ... Read More »

BULAN MUHARRAM (SURO); Mitos, Sejarah, Keutamaan, Amaliah, dan Wirid Seputarnya (Bagian 2)

5. Kisah Inspiratif Yahudi Dermawan vs Muslim Pelit Suatu ketika seorang fakir puasa di hari Asyura bersama keluarganya. Namun apa mau dikata, mereka tidak punya makanan apapun untuk berbuka. Dengan penuh harapan Si Fakir keluar rumah untuk mencari rejeki demi buka puasa keluarganya. Ia menuju di pasar hendak meminjam uang secukupnya kepada seorang muslim pemilik toko emas. Si Fakir berkata: ... Read More »

BULAN MUHARRAM (SURO); Mitos, Sejarah, Keutamaan, Amaliah, dan Wirid Seputarnya (Bagian 1)

1. Bulan Suro Bulan Angker? Tidak ada bulan angker, seperti keangkeran bulan Syawal yang diasumsikan masyarakat Jahiliyah kemudian ditepis oleh Sayyidah ‘Asiyah. عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللهُ عَنْهَا-قَالَتْ: تَزَوَّجَنِيْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى شَوَّالٍ وَبَنَى بِيْ فِيْ شَوَّالٍ. فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّيْ. (رواه مسلم) “Dari ‘Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah-shallallahu ‘alaihi ... Read More »

Menjawab Dasar Hadits “khilafah ‘ala minhajin nubuwwah”

Menjawab Dasar Hadits “khilafah ‘ala minhajin nubuwwah” Beberapa tahun lalu saya mengkritisi Hadis yang sering digunakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk memprediksi bahwa akan datang kembali sistem pemerintahan khilafah yang sesuai dengan manhaj kenabian (silakan digoogle tulisan saya tsb). Saya sebutkan bahwa riwayat Thabrani soal itu majhul dan riwayat imam Ahmad bermasalah khususnya pada perawi yang bernama Habib bin Salim. ... Read More »

Dalil Fiqih Qurban Disertai Formulir Isian Panduan Qurban

Dalil Fiqih Qurban Disertai Formulir Isian Panduan Qurban Demi keabsahan dan keberkahan ibadah qurban, kami sediakan Formulir Fiqhy Qurban. Formulir ini tidak sekedar sebagai bahan isian, namun sekaligus sebagai panduan bagi panitia dan pekurban untuk memenuhi kriteria Fiqih Qurban Bila ingin mendapatkan format word, silakan download di: http://klik.aswajanucenterjatim.com/formulirisiankurban Semoga bermanfaat. Halaman 1 Halaman 2 Halaman 3 Lampiran Formulir Qurban 1. ... Read More »

NEKAT MEMBATALKAN PUASA, KERUGIAN SEPANJANG MASA

NEKAT MEMBATALKAN PUASA, KERUGIAN SEPANJANG MASA Puasa Ramadhan tentu harus dilakukan sebaik mungkin, meski dalam beberapa kondisi orang dibolehkan tidak berpuasa, seperti karena sakit, dalam perjalanan, hamil, menyusui, dan semisalnya. Lalu bagaimana bila orang nekat membatalkan puasa atau bahkan tidak berpuasa sama sekali tanpa alasan yang dibenarkan? Dalam konteks ini Syaikh al-Islam Ibn Hajar al-Haitami (909-974 H/1504-1567 M) Mujtahid Ahli Fatwa ... Read More »

Tuma’ninah, Pelihara Substansi Sholat

Tuma’ninah, Pelihara Substansi Sholat Praktik shalat tarawih superkilat yang dilaksanakan oleh salah satu pondok pesantren di Kabupaten Blitar, mengundang keprihatinan kita. Pasalnya, praktik tersebut justru mengabaikan substansi dari tarawih itu sendiri. Secara bahasa, kata “tarawih” merupakan bentuk plural (jamak) dari kata “tarwihah”. Artinya, “istirahat”. Dalam praktik yang dicontohkan oleh salafus shalih (generasi terdahulu umat Islam), para jamaah mengambil jeda/istirahat setiap ... Read More »

Malam Nisfu Sya’ban 2016M

Malam Nisfu Sya’ban 2016M – Pertanyaan Seputar Nisfu Sya’ban, Adakah hadis yang menjelaskan tentang salat di Malam Nishfu Sya’ban? Jawaban: Malam Nishfu Sya’ban dilakukan pertama kali oleh para Tabi’in (generasi setelah Sahabat Nabi) di Syam Syria, seperti Khalid bin Ma’dan (perawi dalam Bukhari dan Muslim), Makhul (perawi dalam Bukhari dan Muslim), Luqman bin ‘Amir (al-Hafidz Ibnu Hajar menilainya ‘jujur’) dan ... Read More »

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes