News
Home » Artikel » Melafalkan Niat Sebelum Shalat
Untitled-2
Melafalkan Niat Sebelum Shalat

Melafalkan Niat Sebelum Shalat

Niat merupakan inti dari setiap pekerjaan. Sebab, baik tidaknya pekerjaan itu tergantung pada niatnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

انّما الاعمال با لنّيات وانّما لكلّ امرئ مانوى (صحيح البخاري, رقم 1)

“Segala perbuatan hanyalah tergantung nintnya. Dan setiap perkara tergantung pada apa yang diniatkan.” (Shahih al-Bukhari [1])

Demikian juga dalam shalat. Niat adalah rukun yang pertama. Akan tetapi, karena niat tempatnya di dalam hati maka disunnahkan mengucapkan niat tersebut dengan lisan, untuk membantu gerakan hati (niat). Imam Ramli (wafat tahun 1004 H) dalam kitabnya Nihayah al-Muhtaj mengatakan:

ويندب النّطق بالمنويّ قبيل التكبير ليساعد الّلسان القلب ولانّه ابعد عن الوسواس وللخروج من خلاف من اوجبه. (نها ية المختاج , رقم ج 1 ص 437)

“Disunnahkan mengucapkan apa yang diniati (katimat usholli) sebelum takbir, agar supaya lisan bisa mimbantu hati, sehingga bisa terhindar dari was-was (keragu-raguan hati sebab gangguan syaitan). Dan agar bisa keluar dari pendapat ulama yang mewajibkahnya.” (Nihayah al-Muhtaj, Juz I, hal 437). Hal ini karena dalam beberapa kesempatan, Nabi SAW pernah melafalkan niat. Misalnya dalam ibadah haji. Dalam sebuah Hadits dijelaskan:

عن انس رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلّم يقول لبّيك عمرة وحجّا. (صحيح مسلم, رقم 2168)

“Dari sahabat Anas RA berkata, “Saya mendengar Rosulullah SAW mengucapkan Iabbaika aku sengaja mengerjakan’umrah dan haji”. (Shahih Muslim, [2168])

Konteks Hadis di atas berbicara dalam persoalan haji. Akan tetapi shalat bisa di-qiyas-kan (dianalogikan dengan haji. Kalau ketika melaksanakan ibadah haji sunnah melafakan niat maka

dalam shalat juga demikian, dianjurkan mengucap kan usholli.

Demikian pula dalam ibadah-ibadah yang lain, seperti wudhu’, puasa dan zakat. sunnah mengucapka nawaitu ketika hendak melaksanakan perbuatan tersebut. Namun seandainya tidak berkeran melafalkan niat, juga tidak apa-apa. Karena melafalkan niat itu hanya merupakan perbuatan sunnah, bukan merupakan amalan fardhu.

(KH. Muhyiddin Abdusshomad, Dewan Pakar ASWAJA NU Center Jawa Timur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes