News
Home » Artikel » Bid’ahkah shalat jamaah dhuhur yang dilakukan setelah shalat jum’at ??
Bid’ahkah shalat  jamaah  dhuhur  yang  dilakukan  setelah shalat jum’at ??

Bid’ahkah shalat jamaah dhuhur yang dilakukan setelah shalat jum’at ??

jgn lupa solatPermasalahan 1:

Suatu  ketika  ada  kyai  disebelah  desa  saya  mengatakan  bahwa  shalat  jamaah  dhuhur yang  dilakukan  setelah shalat jum’at  yang  dilakakukan  di  desa saya  dianggap  bid’ah dan  tidak  pernah  ada  dizaman  Nabi,  padahal  shalat  tersebut  sudah  dilakukan  oleh kyai-kyai sepuh di desa saya sejak dulu.

 Pertanyaan :

1.   Apakah benar hal tersebut dianggap bid’ah dan tidak ada dalilnya ?

2.   Adakah Imam yang memperbolehkan hal tersebut ?

 M. Ulul Fahmi

PP. Al-Itaon Patebon Kendal Jateng

Jawaban 1: 

 Akhi    M.Ulul  Fahmi  yang  saya  hormati.  Shalat  jumat  adalah  salat  yang  wajib dikerjakan  oleh  setiap  muslim  laki-laki  mukallaf,    merdeka,  tidak  sakit  dan  tidak dalam  keadaan  musafir.  Hal ini  berdasarkan  hadits  yang  menurut  imam  An-Nawawi sanadnya  Shahih  ala  syarti  Al-Bukhari  wa  Muslim,  dari  Thariq  bin  Syihab  RA  dari Rasulillah SAW, beliau bersabda: ” Shalat jumat itu hak yang wajib dilksanakan oleh setiap  muslim  dalam  keadaan  berjamah  kecuali  empat  orang;  hamba  sahaya, perempuan, anak kecil dan orang yang sakit”.

     Secara kajian fiqh memang masih terjadi perbedaan ulama’, apakah salat jumat itu pengganti  dzuhur  atau  merupakan  perintah  salat  tersendiri?  Sebagian  ulama’  fiqh menganggap  bahwa  salat  jumat  itu  pengganti  dzuhur  dan  orang  yang  melaksanakan salat  jumat  dengan  memenuhi  syarat  rukunnya  tidak  usah  salat  dzuhur  lagi.  Bahkan orang yang mendapatkan rukhsah ( kemurahan) untuk tidak melaksanakan salat jumat seperti  wanita,  orang  sakit,  musafir,  atau  anak  kecil,    jika  melaksanakannya,  maka gugurlah  salat  dzuhurnya.  Karena  di  zaman  Rasulullah  pengasuh  tidak    menemukan riwayat  yang  menerangkan  bahwa  Rasulullah  beserta  sahabatnya  setelah melaksanakan  salat  jumat  kemudian  masih  melaksanakan  salat  dzuhur  lagi.    Hal  ini berdasarkan penjelasan sahabt Umar Bin Khattab: ” “Sholat Jum’at adalah dua rekaat sesuai  yang  diajarkan  oleh  Nabi  Muhammad  SAW  dan  itu  sudah  sempurna,  bukan merupakan sholat dhuhur yang diqashar” (  Al-Bajuri. Juz 1. halaman 219)

   Akh M. Ulul Fahmi. Baiklah pengasuh jawab pertanyaan anda:

1.   Pada  dasarnya  pengasuh  tidak  menemukan  dalil  nash  atau  perbuatan  sahabat bahkan  juga  aqwal  ulama’  yang  menegaskan  bahwa  orang  yang  sudah melaksanakan  salat  jumat  dengan  ‘sempurna’  masih  harus  salat  dzuhur  lagi berjamaah.  Dengan  demikian  mungkin  itulah  yang  dijadikan  dasar  oleh  kyai tetangga  desa  anda  bahwa  orang  yang  salat  jumat  kemudian  masih  salat dzuhur dianggap bid’ah

2.   Namun  demikian,    ada  pendapat  ulama’  yang  memperbolehkan  atau menganjurkan  salat  dzuhur  lagi  stelah  salat  jumat, jika  meyakini  bahwa  salat juma’t  yang  baru  dilaksanakan  ada  yang  tidak  memenuhi  syarat  mendirikan salat  jumat.  Seperti  jumlah  jamaah  kurang  dari  40  orang,  terjadinya  tidak hanya satu  salat jumat dalam satu desa ( qaryah) atau karena sebab lain yang diyakini  pelaksanaan  jumatnya  kurang  sempurna.  Hal  ini  sebagaimana  dijelasakan  dalam  kitab  Bughyah  al-mustarsyidin  karangan  Assayyid Abdurrahman  bin  Muhammad  bin  Husen  bin  Umar  Baa  Alawi,  mufti  di Hadramaut.  Bab    salah  aljumah,  halaman  81:  ”  …  sebagaimana  jika berbilangan pelaksanaan salat jumat karena ada hajat, maka bagi setiap orang yang tidak tahu siapa yang lebih dulu melaksanakan salat jumatnya hendaknya mengulangi dengan salat dzuhur….”.  barangkali  pendapat ini yang dijadikan landasan  oleh  kyai-kyai  di  desa  anda,  bahwa  setelah  salat  jumat  masih  salat dzuhru lagi.

Wallahu a’lam bisshawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes