News
Home » Artikel » Hukum Memanfaatkan Tanah Negara Tanpa Izin
Hukum Memanfaatkan Tanah Negara Tanpa Izin

Hukum Memanfaatkan Tanah Negara Tanpa Izin

tanahDi  daerah  Wonokromo,  Surabaya,  ada  tanah  kosong  milik  pemerintah.  Beberapa tahun  yang lalu, tanah tersebut  digunakan  beberapa warga  untuk  membangun rumah karena tidak terpakai (mangkrak), kemudian digusur. Sejak saat itu, tanah itu kembali mangkrak.  Namu  belakangan,  tanah  tersebut  dimanfaatkan  oleh  sebagian  warga dengan  ditanami beberapa tanaman.

Pertanyaan :

1.   Bolehkah  memanfaatkan tanah  pemerintah,  yang  notabene  juga  untuk rakyat,tanpa izin ?

2.   Dalam  kasus  diatas,  bolehkah  warga  memanfaatkan  tanah    pemerintah  tanpa izin karena alasan mubadzir ?

Ilham 

Jl. Pasar Wonokromo Surabaya

Mas  Ilham  yang    saya  hormati.  Dalam  kajian  fiqih  tentang  tanah  yang  menjadi milik      negara  atau  pemerintah    itu  ada  dua  macam,  yaitu  tanah  yang  dimilki (mamlukah) dan tanah tak bertuan ( mubahah). Mamlukah juga ada dua macam, yaitu mamlukah ‘amirah ( tanah hak milik yang  digunakan untuk perumahan, pertanian dan semacamnya)  dan  mamlukah  kharab  (  tanah  yang  sudah  tidak  ditempat  dan  tidak digunakan). Begitu juga tanah  mubahah ada dua macam; yaitu mubahah  min  marafiq al-balad ( tanah penujang daerah seperti tempat mengembala dan tempat mencari kayu dan semacamnya) dan  mubahah min al-aradli al-mawat ( yaitu tanah yang tak bertuan dan tak tergarap)

     Semua  jenis  tanah    yang  dibawah  kekuasaan  Negara  semua  ulama’  fiqih  sepakat harus  izin  dari  pemiliknya  (pemerintah),  kecuali  tanah  ihya’  al-mawat  berbeda pendapat  ulama’:  menurut  pendapat  imam  Hanafi  dan  Maliki  wajib  izin  imam  (pemerintah). Hal ini berdasarkan hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda: ” Tidaklah bagi seseorang kecuali yang disenangi oleh imamnya, kalau dia tidak berkenan, maka janganlah  memilikinya”.  Tapi  pendapat  Imam  Syafi’I  dan  Hanbali,  tidak  wajib  izin imam (pemerintah)  dalam  memeliki  tanah  tak  bertuan  (ihya’  al-mawat).  Hal  ini berdasarkan  hadits  riwayat  Imam    Al-Bukhari  dari  Ibn  Abbas  bahwa    Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menghidupkan tanah mati, maka itu miliknya dan tidaklah  berhak    bagi    seseorang  yang  dlalim”  (  Syekh  Wahbah  Az-Zuhaily.  Al-fiqh al-islami wa adillatuh. 5/545)

    Mas  Ilham.  Tanah  kosong  di  daerah  wonokromo  yang  anda  tanyakan  termasuk tanah  mamlukah,  dengan  demikian    haram  hukumnya  memanfaatkanya  tanpa  seizin pemerintah sebagai  yang  berwenang  untuk  mengelola  tanah  di  Surabaya.    Kalaupun itu  untuk  rakyat,  tapi  rakyat  tidak  dengan  sendirinya  boleh  menggunakan  tanpa  izin apa  lagi  untuk  kepentingan  peribadi. Jika  dianggap  mubadzir  boleh saja  mengajukan kepada  fihak  yang  berwenang  agar  dapat  dimanfaatkan  untuk  fasilitas  umum  yang dapat dinikmati bersama oleh warga sekitar.

    Jika ada warga yang memanfaatkan tanah  yang bukan milikmnya yang sah,  maka dia akan diadzab oleh Allah SWT dengan cara memikulkan tujuh bumi di pundaknya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: ” Barangsiapa yang mencaplok sejengkal tanah  dengan  cara  dlalim,  maka  Allah  akan  memikulkan  tujuh  bumi  besok  di  hari kiamat”. ( HR. Muslim) wallahu a’lam bisshawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes