News
Home » Artikel » Jilbabobs, bagaimana hukumnya?
Jilbabobs, bagaimana hukumnya?

Jilbabobs, bagaimana hukumnya?

KH Abdurrahman NavisPerkembangan dunia mode semakin dinamis. Termasuk model pakaian yang sedang ngetren di di masyarakat. Sejumlah model jilbab yang dikenakan kaum muslimah, juga ikut mengikuti perkembangan jaman. Sayangnya ada beberapa yang keluar dari tuntunan syariah.

Beberapa waktu berselang, tidak kurang Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharapkan para muslimah yang menggunakan jilbab untuk tidak asal saja dalam menutupi auratnya. MUI meminta para muslimah untuk tidak memperlihatkan bentuk tubuh yang sensual dengan memakai pakaian yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuh, kendati sudah berjilbab.

Pernyatan yang sama disampaikan KH Abdurrahman Navis. Wakil Ketua PWNU Jawa Timur ini mengingatkan para muslimah untuk memperhatikan gaya berpakaian. “Idealnya menutup aurat itu adalah menutup warna kulit dan bentuk tubuh,” katanya saat dikonfirmasi NU Online, Rabu (13/8) di Surabaya.

“Artinya, pakaian wanita itu harus longgar dan tebal, tidak transparan,” tandas Direktur Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur ini. Bagi Kiai Navis, sapaan akrabnya, fenomena jilboobs yakni perempuan yang memakai jilbab tapi ketat, memang belum memenuhi syarat menutup aurat yang ideal. Namun sebagai proses dari yang terbuka menjadi memakai jilbab, itu sudah lebih baik, lanjutnya.

“Akan lebih baik lagi kalau terus disempurnakan sehingga menutup aurat dengan sempurna,” kata dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Kendati demikian, kemunculan trend perempuan berjilbab dengan pakaian yang masih terkesan menonjolkan lekuk tubuh, hendaknya jangan dicaci. “Kita hendaknya mengapresiasi langkah mereka yang berubah dari yang awalnya tidak berjilbab sehingga mengenakan pakaian tertutup seperti itu,” tandasnya.

Lebih lanjut, Kiai Navis mengharapkan sejumlah kalangan untuk mendekati kalangan ini dengan tindakan persuasif. “Agar mereka tidak putus asa,” terangnya. Karena bila mereka merasa bahwa niat baiknya untuk berjilbab ternyata dipersoalkan berbagai pihak, maka akhirnya tidak lagi berkenan untuk mengenakai pakaian tertutup tersebut.

Hal ini justru harusnya menjadi ladang dakwah bagi para perancang busana muslim untuk menampilkan model pakaian yang memenuhi tuntunan syariat dengan tetap tidak menanggalkan unsur modisnya. “Saatnya para desainer untuk merancang banyak model pakaian muslimah yang tetap mengikuti trend dan sesuai dengan tuntunan agama Islam,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes