News
Home » Berita » Aswaja NU Center Jatim Adakan Rakor dengan Pengurus Daerah
Untitled-2
Aswaja NU Center Jatim Adakan Rakor dengan Pengurus Daerah
Suasana rapat koordinasi PW Aswaja NU Center bersama kepengurusan di daerah se-Jatim.

Aswaja NU Center Jatim Adakan Rakor dengan Pengurus Daerah

Surabaya — PW Aswaja NU Center Jawa Timur menyelenggarakan rapat koordinasi. Kegiatan yang diiukuti utusan PC Aswaja NU Center se-Jatim ini sebagai upaya melakukan pemantauan sekaligus memberikan arahan bagi kontinuitas di sejumlah kepengurusan di daerah.

KH Abdurrahman Navis selau Direktur PW Aswaja NU Center Jatim mengemukakan bahwa tantangan yang dihadapi di sejumlah kota dan kabupaten nyaris seragam. “Ini adalah pekerjaan bersama yang harus diimbangi dengan konsistensi semua pihak khususnya pengurus Aswaja NU,” katanya, Sabtu (12/12).

Kiai Navis, sapaan akrabnya kemudian menjelaskan bahwa pekerjaan terberat bagi Aswaja NU Center di daerah adalah berupaya untuk terus konsisten dengan kiprah yang dilakukan. “Karenanya diharapkan para pengurus di daerah bisa menggandeng kalangan anak muda NU yang memiliki keahlian dan semangat yang tinggi,” tandas Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Pengasuh Pesantren Nurul Huda Surabaya ini kemudian menyontohkan para pegiat PW Aswaja NU Jatim yang diisi para santri dan mahasiswa dengan berbagai latarbelakang pendidikan dan keahlian. “Kita sapa dan optimalkan mereka untuk menjadi ujung tombak Aswaja,” terangnya.

PW Aswaja NU Center sendiri memiliki lima devisi yakni Kiswah atau Kajian Ahlus Sunnah wal Jamaah, Dakwah atau Daurah Ahlussunnnah wal Jamaah, Makwah (maktabah Ahlussunnah wal jamaah) serta Uswah atau usaha sosialisasi Ahlussunnah waljmaah.

Dalam rapat kordinasi yang berlangsung di Kantor PWNU Jatim lantai 3 tersebut muncul sejumlah ikhtiar yang dilakukan sejumlah Aswaja NU Center usai menyelenggarakan daurah Aswaja. “Prinsipnya, seluruh kota dan kabupaten se Jawa Timur telah melakukan banyak kreasi bagi tersebarnya Aswaja di berbagai tempat,” tandas Kiai Navis.

Seluruh kegiatan dapat disandingkan dengan kajian rutin, saat turba maupun bekerjasama dengan berbagai media lokal baik televisi, radio hingga koran dan website. “Soal media apa yang digunakan, terserah kepada masing-masing kota dan kabupaten,” tandas Kiai Navis. Namun materi yang harus disampaikan sejak awal adalah seputar devisi Aswaja NU, kemunculan firqah di kalangan umat Islam, serta dalil yang mengungkap kebenaran tradisi Islam di masyarakat, lanjutnya.

PW Aswaja NU Center Jatim sebagaimana komitmen sejak awal, akan terus mendampingi dan memberikan dukungan terhadap sejumlah ikhtiar yang dilakukan kepengurusan di berbagai daerah. “Prinsipnya kami akan selalu support atas usaha dan jerih payah yang dilakukan kepengurusan di bawah. Karena gerak Aswaja harus memiliki banyak cara dan strategi dan melengkapi,” pungkasnya. (Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes