News
Home » Hujjah Aswaja (page 2)

Hujjah Aswaja

Membuat Kubah dan Kain di Batu Nisan

Ketika kita ziarah ke makam para wali, ulama dan makam-makam orang sholeh, biasanya kita lihat di atas makam tersebut di bangun sebuah kubah/cungkup. Serta batu nisannya juga dselimuti sebuah kain. Bagaimana hukumnya hal tersebut? Menganai hal ini, terdapat beberapa pendapat yang berbeda. Semuanya bertujuan untuk mengagungkan dan mensucikan Allah SWT, walaupun dalam penerapannya berbeda. Yang satu melarang dan yang lain ... Read More »

Ziarah Kubur

Ziarah Kubur

Ziarah kubur merupakan tradisi Islam dan merupakan bagian dari ritual keagamaan. Ritual ziarah kubur terutama kepada para Nabi dan orang-orang sholeh memiliki keutamaan di samping pengaruhnya terhadap rohani para peziarah. Karenanya Rasulullah SAW sering mengunjungi pemakaman Baqi (kompleks pemakaman para sahabatnya di Madinah). Menyaksikan nisan-nisan dapat melembutkan hati yang paling keras sekalipun. Membuat pendengaran kepada telinga yang paling tuli. Memberikan cahaya kepada ... Read More »

Doa Untuk Janin Dalam Kandungan 4 Bulan – 7 Bulan

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mendoakan untuk Abu Thalhah dan Ummu Sulaim: ﻟﻌﻞ اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺒﺎﺭﻙ ﻟﻜﻤﺎ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺘﻜﻤﺎ – رواه البخاري   Semoga Allah memberikan berkah kepada kalian berdua pada malam kalian (bersetubuh)”. [HR Al Bukhari] Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya Dalail An-Nubuwwah menjadikan hadis diatas sebagai dalil anjuran mendoakan janin selama dalam kandungan: بَابُ مَا جَاءَ فِي دُعَائِهِ صَلَّى اللهُ ... Read More »

Hukum Membaca Surat Yusuf Dan Maryam Saat Hamil Untuk Janin

Aliran Salafi memang tidak pernah suka dengan Tabarruk, demikian halnya juga tidak mengamalkan Tafaul. Sementara kita sering mengamalkan keduanya. Sebab kita yakin, keberkahan dan kebaikan datang dari Allah subhanahu wa ta’ala. Mari kita perhatikan hadis berikut: ﻗﺎﻝ ابو هريرة ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: «ﻻ ﻃﻴﺮﺓ، ﻭﺧﻴﺮﻫﺎ اﻟﻔﺄﻝ» ﻗﺎﻟﻮا: ﻭﻣﺎ اﻟﻔﺄﻝ؟ ﻗﺎﻝ: «اﻟﻜﻠﻤﺔ اﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻳﺴﻤﻌﻬﺎ ﺃﺣﺪﻛﻢ» رواه ... Read More »

Susunan Bacaan dalam Tahlilan

kegiatan tahlilan

Susunan Bacaan dalam Tahlilan Susunan bacaan yang terdapat dalam tahlilan memiliki sumber dalil dan ijtihad para ulama. Sudah pasti yang namanya hasil ijtihad bukanlah sebuah perbuatan bid’ah. Membaca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan Al-Mu’awwidzatain dalam Tahlilan Surat al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-Mu’awwidzatain bersumber dari fatwa Imam Ahmad: ( وَتُسْتَحَبُّ قِرَاءَةٌ بِمَقْبَرَةٍ ) قَالَ الْمَرُّوذِيُّ : سَمِعْتُ أَحْمَدَ يَقُولُ : إذَا دَخَلْتُمْ الْمَقَابِرَ فَاقْرَءُوا ... Read More »

Mengiringi Jenazah dengan Bacaan Tahlil

Mengiringi jenazah dengan bacaan tahlil adalah boleh, bahkan ada riwayat yang menyebutkan bahwa hal tersebut dilakukan oleh Rasulullah  berdasarkan hadits berikut ini: عَنْ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: لَمْ يَكُنْ يُسْمَعُ مِنْ رَسُولِ اللهِ ، وَهُوَ يَمْشِي خَلْفَ الْجِنَازَةِ، إلَّا قَوْلُ: لَا إلَهَ إلَّا اللهُ، مُبْدِيًا، وَرَاجِعًا، “Ibn Umar berkata, “Tidak pernah terdengar dari Rasulullah  ketika mengantarkan jenazah kecuali ucapan ... Read More »

Adzan 2 kali dan Bilal Jumat

عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ مَا كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِلاَّ مُؤَذِّنٌ وَاحِدٌ فَإِذَا خَرَجَ أَذَّنَ وَإِذَا نَزَلَ أَقَامَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ كَذَلِكَ فَلَمَّا كَانَ عُثْمَانُ وَكَثُرَ النَّاسُ زَادَ النِّدَاءَ الثَّالِثَ عَلَى دَارٍ فِى السُّوقِ يُقَالُ لَهَا الزَّوْرَاءُ فَإِذَا خَرَجَ أَذَّنَ وَإِذَا نَزَلَ أَقَامَ. Saib bin Yazid berkata: “Tidak ada bagi Nabi kecuali seorang tukang adzan. Jika ... Read More »

Salawatan

Membaca salawat bersama sama merupakan pengamalan hadis berikut: عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَداً لاَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَيُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَإِنْ دَخَلُوا الْجَنَّةَ لِلثَّوَابِ » Dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda: “Tidak ada satu kaum yang duduk, yang tidak berdzikir kepada Allah dan ... Read More »

Tradisi Dalam Neraca Fikih

Tradisi dapat diterima di dalam syariat Islam dengan beberapa syarat. Sebagaimana penjelasan berikut: الْعُرْفُ مَا اسْتَقَرَّتِ النُّفُوْسُ عَلَيْهِ بِشَهَادَةِ الْعُقُوْلِ وَتَلَقَّتْهُ الطَّبَائِعُ باِلْقَبُوْلِ وَهُوَ حُجَّةٌ أَيْضًا وَالْعَادَةُ هِيَ مَا اسْتَمَرَّ النَّاسُ عَلَيْهِ عَلَى حُكْمِ الْعُقُوْلِ وَعَادُوْا إِلَيْهِ مَرَّةً بَعْدَ أُخْرَى. “Urf atau kebiasaan adalah sesuatu yang ditetapkan oleh hati dan rasional, serta diterima oleh watak manusia. Ufr juga sebuah hujjah ... Read More »

Dalil Amaliyah Selamatan

Banyak ditemukan ‘Selamatan’ atau sedekah makanan oleh umat Islam, baik kelahiran, pindah rumah, khitanan dan sebagainya. Sebagian menilai bahwa ‘Selamatan’ seperti itu adalah tradisi non Muslim. Tentu hal ini tidak benar, sebab sedekah makanan termasuk menjalankan ajaran agama yang paling baik: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو – رضى الله عنهما – أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم ... Read More »

Memakai Jimat

Terkadang dapat ditemukan ada anak kecil yang dikalungi jimat karena hal-hal tertentu. Bolehkah menggunakan azimat baik anak kecil atau yang berkaitan dengan hal lainnya? Bagi selain Nahdliyin sudah pasti dihukumi haram, bahkan syirik. Namun masalah ini perlu jawaban yang obyektif antara ulama yang memperbolehkan dan yang melarang, serta dalilnya masing-masing. Memang ada hadis yang melarang tentang jimat, yaitu: إِنَّ الرُّقَى ... Read More »

Adzan Saat Bayi Lahir

Saat melahirkan anak dianjurkan untuk adzan dan iqamah sebagaimana dalam kitab-kitab fikih. Beberapa ulama seperti Imam al-Nawawi mengutip sebuah hadis: مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُوْدٌ فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ “Barangsiapa melahirkan anak, lalu diadzani di telinga kanan dan diiqamati di telinga kiri, maka akan diselamatkan dari syetan Ummu Shibyan” (HR Abu Ya’la dan ... Read More »

Doa Saat Hamil (Tingkeban dan Pitonan)

Selama masa kehamilan ada beberapa tradisi selametan dan doa, ada tingkeban (selamatan 130 hari, 4 bulan) dan pitonan (selamatan 7 bulan). Amaliah ini masuk dalam ayat. هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آَتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِين [الأعراف/189] “Dialah Yang menciptakan kamu ... Read More »

Bolehkah mengucapkan Minal Aidin wal Faizin ?

Selamat Hari Raya Idul Fitri Minal Aidin wal Faizin   Ucapan selamat hari raya banyak difatwakan oleh para ulama bahwa hukumnya adalah boleh. Dan redaksi antar negara Muslim berbeda-beda. Kesemuanya bertujuan saling hormat dan doa.   َنَقَلَ فِي الْمَوْسُوْعَةِ عَنِ ابْنِ أَمِيْرِ حَاجٍ قَوْلُهُ: الْأَشْبَهُ أَنَّهَا -يَعْنِي التَّهْنِئَةَ بِاْلعِيْدِ- جَائِزَةٌ مُسْتَحَبَّةٌ فِي الْجُمْلَةِ ثُمَّ سَاقَ آثَاراً عَنِ الصَّحَابَةِ… إِلَى أَنْ ... Read More »

Landasan Dzikir dengan menggerakkan kepala

Dzikir Dengan Menggerakkan Kepala   Banyak dari ulama dan kyai kita saat berdzikir menggerakkan kepala, ke kanan dan ke kiri, baik saat Dzikir Thariqah maupun majlis Dzikir. Ada yang mengatakan bidah, tidak ada contohnya dari Nabi dan lainnya.   Kita temukan riwayat para Sahabat melakukan hal tersebut, seperti yang disampaikan dua ulama ahli hadis dan ahli sejarah, Al-Hafidz Ibnu Katsir ... Read More »

Dalil Qunut Witir pada pertengahan terakhir Ramadhan

Dalil Qunut Witir Pada Pertengahan Terakhir Bulan Ramadhan. Al Imam Al-Baihaqi didalam kitabnya Ma’rifatus Sunani wal Atsar dan As-Sunanul Kubro pada “Bab Man Qaala Laa Yaqnut fil Witri Illaa Fin Nishfil Akhiri Min Ramadhan (Bab komentar Orang-orang yang tidak berqunut kecuali pada pertengahan terakhir bulan Ramadhan) menyebutkan beberapa riwayat, diantaranya Al Imam Al-Syafi’i rahimahullah berkata : قال الشافعي: ويقنتون في ... Read More »

Dimanakah Allah itu berada ?

*Di Manakah Tuhan Berada?* Soal : Sesungguhnya Tuhan itu berada di mana? Lalu bagaimana kaitannya dengan ayat Al Qur’an yang menjelaskan posisi Tuhan yang berada di langit dan bumi? Jawab : Sesungguhnya Tuhan itu tidak di mana-mana. Sebab, jika Dia berposisi, berarti Dia berada di sebuah tempat. Padahal Tuhan itu tidak mungkin bertempat, karena Dia wajib memiliki sifat Qiyamuhu bi ... Read More »

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes