News
Home » Hujjah Aswaja » Dalil Amaliyah Qunut Salat Witir
Untitled-2
Dalil Amaliyah Qunut Salat Witir

Dalil Amaliyah Qunut Salat Witir

Dalil Amaliyah Qunut Salat Witir 

Ahli hadis al-Hafidz al-Baihaqi menjelaskan riwayat qunut dalam salat witir setelah separuh kedua bulan Ramadlan dalam kitabnya as-Sunan al-Kubra 2/498, baik yang diriwayatkan dari Sahabat maupun Tabi’in:
– Ubay bin Ka’b (Sahabat)
“Dari Muhammad, yaitu Ibnu Sirina, dari sebagian sahabatnya, sesungguhnya Ubay bin Ka‟ab menjadi imam mereka yakni pada bulan Ramadlan dan dia berqunut pada separoh terakhir dari bulan Ramadlan”

“Dari Hasan, sesunggguhnya Umar bin Khatthab mengumpulkan manusia pada ubay bin Ka‟ab dan dia berjamaah bersama mereka dengan dua puluh rakaat pada (setiap) malam dan dia tidak berqunut bersama mereka kecuali pada paroh yang tersisa (dari bulan Ramadlan)”
– Abdullah bin Umar (Sahabat)

“Dari Nafi‟, sesungguhnya Ibnu Umar tidak berqunut pada shalat witir kecuali pada separoh terakhir dari bulan Ramadlan”
– Ibnu Sirin (Tabi’in)

“Dari Ibnu Miskin, dia berkata, Ibnu Sirina memakruhkan (membenci) berqunut pada shalat witir kecuali pada paroh terakhir dari bulan Ramadlan” – Qatadah (Tabi’in)

“Dari Qatadah, dia berkata “Qunut itu pada paroh yang terakhir dari bulan Ramadlan”
Berdasarkan riwayat-riwayat diatas banyak madzhab yang menjadikannya sebagai dalil melakukan doa Qunut saat witir Ramadlan separuh kedua. Misalnya Madzhab Syafi’i:

“(Fasal tentang qunut). Qunut disunnahkan setelah bangkit dari ruku‟ pada rakaat kedua dari shalat shubuh, begitupula pada rakaat terakhir dari shalat witir pada paroh terakhir dari bulan Ramadlan” (Raudlah al-Thalibin I/93) Begitu pula Madzhab Maliki:

“Dan tidak disunnahkan berqunut pada witir kecuali pada separoh terakhir dari Ramadlan. Riwayat tersebut dari Ali dan Ubay, itulah pendapat Imam Malik dan Imam Syafi‟i yang dipilih oleh Imam Atsram karena berdasarkan riwayat sesungguhnya Umar mengumpulkan umat Islam pada Ubay bin Ka‟ab, lalu dia shalat bersama mereka sebanyak dua puluh rakaat dan tidak berqunut kecuali pada separoh kedua. Hadits riwayat Abu Dawud” (Syarh al-Kabir li Ibni Qudamah I/719)

 

Dalil Amaliyah Qunut Salat Witir 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes