News
Home » Diskusi » Apa Hukumnya Akad Nikah Melalui Media Internet??
Apa Hukumnya Akad Nikah Melalui Media Internet??

Apa Hukumnya Akad Nikah Melalui Media Internet??

nikahBagaimanakah hukumnya “nikah” antar Negara lewat internet. Misalnya : Calon  suami  istri  berada  di  America,  sedangkan  wali  dan  saksinya  berada  di  Indonesia, atau dua saksi kumpul bersama manten laki-laki atau satu saksi disamping mempelai laki-laki sedangkan saksi lain mendampingi mempelai perempuan.  Atas keikhlasan jawaban kyai beserta dalilnya disampaikan syukron katsiron .

Wafdan Aly (Pelanggan AULA no 228) Prancak, Sepulu Bangkalan

Jawaban :

Pak  Wafdan  Aly  yang  dimuliakan  allah  SWT.  Pernikahan  itu  sah  kalau  sudah  memenuhi  sayarat  dan  rukun  nikah.  Diantaranya,  adanya  wali,  dua  saksi,  dua mempelai  dan  ijab  qabul.  Ijab  qabul  atau  shighoh  nikah  bisa  dilakukan  dengan ucapan, isyarat  atau tulisan sesuai kondisi orang yang melakaukan akad nikah:

1.        Dalam  kondisi  bisa  berbicara  dan  berada  dalam  satu  tempat.  Jika  dua  orang yang akad nikah itu berada di satu tempat dan  mampu berbicara ( tidak bisu), maka  ulama’  fiqih  sepakat  shighoh  nikah  harus  diucapkan  dan  tidak  sah menggunakan  tulisan  atau  isyarat.  Walaupun  tulisanya  lebih  jelas  dan  isyaratnya dapat difahami secara nyat. Karena lafadh (ungkapan dengan  lisan) itu  yang  asal  dalam  mengungkapan  keinginan  dan  tidak  boleh  dilakukan kecuali  dlarurat,  dalam  kondisi  ini  tidak  ada  dlarurat  dan  karena  tidak  memungkinkan  bagi  para  saksi mendengarkan  ucapan  oarang  yang  sedang akad nikah melalui tulisan

2.        Dalam  kondisi  bisa  berbicara  dan  tidak  dalam  satu  tempat.  Jika  salah  satu orang  yang  akad  nikah  jauh  dan    tidak  dalam  satu  majles,  maka  menurut madzhab  Imam  Hanafi,    sah  akad  nikah  dengan  tulisan  surat  atau  mengirim delegasi, karena surat dari orang yang jauh itulah jawabanya. Beliau berkata: ” Tulisan surat dari orang yang jauh sama dengan jawaban langsung dari orang  yang hadir”.  Tetapi pendapat madzhab Maliki, Syaf’ii dan Hanbali tidak sah akad  nikah dengan  tulisan  baik  dalam  keadaan  berjarak  jauh  atau  hadir  di  tempat  karena tulisan  itu  cuma  isyarat.  Jadi,  jika  wali  nikah  mengatakan  pada  calon  mempelai laki-laki  yang  jauh:  saya  nikahkan  kamu  dengan  puteriku  atau  saya  nikahkan putriku  dengan  fulan,  kemudian  menulis  surat,  dan  setelah  sampai  surat  pada mempelai laki-laki, dia  menjawab: “saya terima”, itu tidak sah. ( Syekh Wahbah Az-Zuhaili. Al-fiqh al-islami wa adillatuh.7/45-46)

 Namun,  dalam  kitab  Hasyiyah  As-syarwani.  Bab  wakalah,  dijelaskan:  ”  Dan tulisan  surat  itu  merupakan  kinayah  (sindiran),  maka  bisa sah  jika  dibarengi  dengan niat. Ungkapan ‘tulisan’ itu termasuk juga melalui media kabel ( telpon, SMS, e-mail, internet dll) di masa sekarang. Maka akad dengan menggunakan media tersebut yang jelas  itu termasuk kinyah.”  Pak Wafdan Aly. Akad nikah menggunakan media internet belum pernah terjadi di zaman  Rasulullah,  shabat,  tabiin  dan  fuqahaa  al-madzahib,  maka  penetapan hukumhnya  tidak  bisa  melalui  nash  tapi  melalui  perangkat  ijtihad  seperti  qiyas, mashlahah mursalah, istihsan atau lainya. Sebenarnya,  sebaiknya  melakukan  akad  nikah  itu    menggunakan  acara  dan  media yang  normal  saja.  tapi  kalau  ingin  melakukan  akad  nikah  menggunakan  media internet,  jika  sudah  memenuhi  syarat  rukun  nikah  dan  antar  yang    melakukan  akad jelas,  niatnya  serius,    tidak  ada  tipu  daya  dan  kepalsuan,  maka  mengkaji  beberpa pendapat  ulama’  itu  diperbolehkan  dan  hukumnya  sah.  Hal  ini  juga  pernah  terjadi  di beberpa  negara  Islam  seperti  di  India,  Arab  Saudi,  Mesir  dan  lainya  sebagaimana direlis  di  media  internet  www.  Ppi.india.da.ru  dan  ANATAR  News.  Wallahu  a’lam bisshawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes