News
Home » Diskusi » Haruskah Tukang Parkir Mengganti Kendaraan yang Hilang atau Rusak?
Untitled-2
Haruskah Tukang Parkir Mengganti Kendaraan yang Hilang atau Rusak?

Haruskah Tukang Parkir Mengganti Kendaraan yang Hilang atau Rusak?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ketika  seseorang  memarkir  kendaraan,  biasanya  tidak  ada  kesepakatan  (ijab-qabul) dengan  pengelolah  tentang  apa  bentuk  akad  yang  dilakukan.  Ada  pengelolah  parker yang  mempunyai  ketetapan,  apabila  terjadi  kehilanagan,  maka  mereka  akan menggantinya  sebesar  50%  dari  harga  di  pasaran.  Hal  ini  dapat  dilihat  sebagaimana tertulis  di  karcis  penitipan.  Di  lain  pihak  ada  juga  yang  tidak  mau  menggantinya karena  menurutnya  akad  dilakukan  bukanlah  penitipan  (wadi’ah),  tetapi  sewa  lahan untuk parkir sementara (ijarah).

 Pertanyaan :

1.   Apakah parkir digolongkan akad  wadi’ah atau  ijarah ? dan apa akibat hukum masing-masing jika terjadi kehilangan ?

2.   Jika  diharuskan  mengganti,  apakah  cukup  dengan  50%  sebagaimana  kasus diatas atau harus menggantinya secara penuh ?

Agus Budianto

Sleman Jogyakarta.

Jawaban 7.

    Mas  Agus  Budianto  yang  saya  hormati.  Kalau  melihat  ‘urf  (  kebiasaan  )  parker kendaraan  bermotor  yang  terjadi  di  berbagai  kota,  yaitu  seorang    pengelola    parkir menyediakan  lahan  untuk  parkir baik  lahan  itu  milik  sendiri atau  menyewa  ke  pihak lain  baik  itu  ke  pemerintah  atau  swasta,  lalu  pemilik    kendaraan  bermotor  itu ‘menitipkan’  kendaraanya  ke  pihak  pengelola  parkir  sesuai  persyaratan    dan  harga yang  ditentukan  ditempat  yang  diatur  oleh  pengelola    parkir  dan  dapat  dipindahkan olehnya, sedangkan pemillik kendaraan  tidak  menetukan  tempatnya tapi diharapkan dijaga  keamananya  dari  gangguan  dan  kehilangan.  Dari  praktek  yang  terjadi  seperti itu,  maka  lebih  tepat  kalau  jasa  parkir  itu  termasuk  wadi’ah  (titipan)  bukan  ijarah (persewaan). Karena definisi wadi’ah yaitu; “Mewakilkan untuk menjaga sesuatu yang dimiliki  sesuai  cara  ditentukan”.  (  Syarah  At-tahrir:  167).  Sedangkan  definisi  ijarah adalah: ” memperbolehkan menggunakan manfaat suatu  benda dengan imbalan”.

     Dari penjelasan diatas, maka  pengasuh jawab pertanyaan anda:

1.   Jasa  parkir  digolongkan  akad  wadi’ah  bukan  ijarah.  Karena  itu  titipan  bukan persewaan.  Konsekuensi hukum  jika terjadi  kehilangan,  maka   jika pengelola parkir  lalai  atau  membiarkan  barang  titipan  tanpa  dipelihara  semestinya  itu wajib  mengganti  sesuai  perjanjian    yang  sudah  disepakati.  Hal  ini  sesuai penegasan  ulama’  fiqih  diantaranya:  “Dengan  aqad  wadi’ah,  maka  wajib menjaga  titipanya  sesuai  cara  yang  ditentukan.  Kalau    meninggalkan penjagaan  sampai  rusak,  maka  wajib  menggantinya.  Dan  jika  melihat  orang mencurinya  dan  dia  mampu  mencegahnya  tapi tidak  melakukan,  maka  wajib menggantinya,  karena  itu  konsekuensi  dari  akad  yang  telah  dilakukan”.  ( Syekh Wahbah Az-Zuhaili. Al-Fiqh Al-Islami wa  adillatuh. 5/44)

2.   Karena    jasa  parkir  itu  wadi’ah,  maka  jika  hilang  karena  kelalaian  pengelola parkir  wajib  menggantinya.  Adapun  apakah  50%  atau  penuh?,  tergantung perjanjian  atau  persyaratan  yang  disetujui,  walaupun  tidak  ada  akad  secara lisan  sebelumnya  dengan  setuju  apa  yang  tertulis  di  karcis,  maka  harus dilaksanakan. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW: ” Orang islam tergantung persyaratan/perjanjian yang disetujui, kecuali syarat yang menghalakan barang haram atau mengharamkan barang halal”. ( HR. At-Turmudzi. Hadits shahih).

Wallahu a’lam bishawab

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes