News
Home » Artikel » Antara Ahlus Sunnah dan Ahlul Fitnah wal Jama’ah
Untitled-2
Antara Ahlus Sunnah dan Ahlul Fitnah wal Jama’ah

Antara Ahlus Sunnah dan Ahlul Fitnah wal Jama’ah

Antara Ahlus Sunnah dan Ahlul Fitnah wal Jama’ah – Diskusi yang sangat hangat setiap hari dengan para ilmuwan dan budayawan di Group Penggerak Budaya memang menjadi sebuah pencerahan. Tiap hari kita ngobrol dan diskusi seputar ahlus sunnah wal jama’ah dan isu sosial budaya nasional dan internasional.

benar-dan-bohong

Oleh M Rikza Chamami (Dosen UIN Walisongo)

Sore ini menarik juga yang sedang dibincang adalah soal gambar wanita menjadi imam “sembahyang” dengan latar makmum laki-laki dan wanita tanpa hijab/mukena. Ada juga posting yang menyebutkan bahwa ahli bidah hasanah lebih buruk dari ahli maksiyat.

Renyah sekali diskusinya. Dan patut digarisbawahi bahwa medsos kali ini sudah mulai tidak sehat. Kaum ahlus sunnah sudah digoda oleh fatsun lain yang bernama ahlul fitnah wal jama’ah.

Dalam bahasa yang halus mereka adalah para pemeluk agama yang mengaku paling suci dan ahli surga. Selain kelompok ahlul fitnah disebut kafir. Tak bedanya dengan golongan khawarij yang hobinya takfiri dan gampang menyebut ahli neraka pada yang beda.

Gerakan takfiri marak akhir-akhir ini di Indonesia akibat transformasi ide agama Islam Timur Tengah yang masuk tanpa filter. Kalau dulu kita melawan eropanisasi, hari ini kita disuguhkan dengan arabisasi.

Anehnya arabisasinya melawan gerakan Isla mainstrem khas Nusantara yang sudah kadung mapan dan mengakar hingga pelosok desa. Kalau mungkin itu terjadi sebelum Gus Dur jadi Presiden, Indonesia akan marak mengikuti madzhab ahlul fitnah.

Sekarang sudah beda zamannya. Santri pondok pesantren sudah jago dalam menulis, membuat buku dan memiliki ribuan jejaring sosial dan media online. Pantas saja, setiap ada gerakan ahlul fitnah langsung segera teratasi.

Gerakan ahlul fitnah dalam memainkan isu di media sosial sama bahayanya dengan terorisme. Kalau bom dibuat untuk konser politik ahlul fitnah. Sedangkan isu media dimainkan dalam membentuk opini publik.

Ahlus sunnah tidak akan melawan dengan cara yang sama. Sebab nasehat para ulama adalah berpikiran lain, yaitu memperkuat dengan cara model dakwah dan kaderisasi.

Hari ini anak muda ahlus sunnah punya cara lain yaitu mendakwahkan gelora Islam rahmatan lil amalin dengan mengimbangi dan menjawab semua isu yang dipelencengkan oleh ahlul fitnah. Selamat bergerak.*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes